Cerita Sex The Flight Attendant – Part 5

Cerita Sex The Flight Attendant – Part 5by adminon.Cerita Sex The Flight Attendant – Part 5The Flight Attendant – Part 5 The Flight Attendant The Book Store Suasana Bandara yang memakai nama pahlawan Puputan Margarana itu hectic seperti biasanya.. Siulan dan godaan supir supir yang membawa papan nama dengan berbagai macam ukuran dan bahasa itu sudah kuanggap seperti radio rusak yang menyambutku di bandara manapun.. “Geeekk! Liat sini doong! Suit […]

multixnxx-Orient SexPress -1 multixnxx-Orient SexPress -2 multixnxx-Orient SexPress -3The Flight Attendant – Part 5

The Flight Attendant

The Book Store

Suasana Bandara yang memakai nama pahlawan Puputan Margarana itu hectic seperti biasanya..
Siulan dan godaan supir supir yang membawa papan nama dengan berbagai macam ukuran dan bahasa itu sudah kuanggap seperti radio rusak yang menyambutku di bandara manapun..

“Geeekk! Liat sini doong! Suit suiiit!”

Aku berjalan disamping Risma yang ternyata tidak terlalu terganggu dengan siulan siulan itu, dia bahkan membalasnya dengan senyuman.. dasar si Risma..

Captain Haryono dan FO yang aku selalu lupa namanya itu berjalan didepan kami..
Kacamata Aviator semakin menambah kesan gagah dari si Captain..

Dikantongku sekarang ada 4 ratus dolar yang bisa kugunakan membayar cicilan rumah yang sekarang ditempati Ibuku..
Lumayan.. bulan ini sedikit ringan bebanku..

Smartphoneku bergetar mengagetkanku dari lamunan..

Smartphone? Iya smartphone!
Hape jadulku masih kusimpan dan terpajang di atas kulkas apartemenku di jakarta
Sebuah reminder betapa beratnya perjuanganku untuk bisa mencapai titik ini..

Memang ada beberapa kali aku dibantu oleh Bimo..
Sahabatku satu satunya..

Dia juga yang membelikan aku gadget dengan lambang buah yang ‘kroak’ ini..
Katanya “biar gampang tak golek’i kalo pesawate ilang”
Asem…

Pemberiannya selalu tulus.. murni tanpa ada harapan imbalan atau apapun..
Tidak seperti pengusaha dari Kalimantan yang pernah menawariku bayaran untuk menemaninya seharian penuh saat landing di Thailand, tapi dengan halus aku menolaknya karena tidak ingin merusak rumah tangga orang..
Ini pula yang menjadi halanganku dekat dengan Pilot itu..
Istrinya yang selalu meneleponnya..
Cincin emas yang selalu ada dijarinya itu yang masih membuatku menjaga jarak darinya..

Sebenarnya kalaupun saat ini dia mengajakku check in pasti akan ku iyakan!
Tapi yah dari dia pun sepertinya tidak ada keberanian..
Hanya sesekali flirting kata kata saat kami bertemu.

Masih ada 9 jam lagi sebelum next flight..
Kubuka google dan kucari hotel hotel bintang tiga yang masih dalam jangkauan kantongku..

Kutemukan satu hotel di Tuban yang cukup bagus dan terjangkau..
Setelah booking dengan Internet Banking, kuputuskan berjalan jalan di toko toko yang tersebar di bandara ini..

Aku berhenti di sebuah toko buku..
Ada seorang pria yang berdiri di depan etalase toko buku itu..
Kelihatannya dia sangat tertarik dengan satu buku, sampai sampai kepalanya miring miring berusah membaca sesuatu di covernya.. hmm mungkin sinopsisnya..
Isengku kumat tiba tiba, kuhampiri lelaki yang lengan kanannya dipenuhi tattoo itu..

“Ke dalem aja Mas, bilang mbak yang jaga mau baca buku yg Mas pelototin dari tadi.. tar keseleo lehernya kalo gitu terus loh Mas.. hihihi!”

Laki laki itu melihatku sekilas.. tanpa senyum.. tanpa ekspresi apapun.. lalu kembali melanjutkan aksi akrobatiknya..

Aseeem..
ooiii aku ngajakin ngomong niiihh1! Jarang jarang ada yang bisa dapet senyum aku tau!

“Mahal.. saya ga ada duit segitu.. nanti saja tunggu versi bahasa indonesianya.. yah walaupun garing sih pasti..”

Suaranya yang lembut benar benar membuatku terkejut!
Suara itu mengingkari casingnya yang seram itu..

Lengan kekar penuh tattoo..
Dagu yang penuh dengan janggut..

Eeeeaaalllaahh suaranya kok ya aluss.. hahahaha!

Aku semakin tertarik dengan laki laki ini..
Aku berdiri disebelahnya.. ikut memiringkan kepalaku sambil membaca buku yang jadi sumber masalah itu..

“Kalo kamu mau.. aku bisa beliin ko buat kamu..”

Kali ini aku mendapat perhatian darinya 100 persen!

“Tapi ada syaratnya..”

Matanya yang tajam itu menatapku penuh harap..

“Apa?”

Kuulurkan tanganku..

“Aku Fenny.. nama kamu siapa?
Syaratnya temenin aku nanti malem, aku mau clubbing tapi aku ga mau jadi korban cowo cowo yang hobinya nyari basian cewe mabok.. gimana? Deal?!”

“Saya Galih… deal!”

Aku sedikit kaget dengan jabatan tangannya yang cukup keras..

Kami masuk ke toko buku itu lalu membeli buku seharga 29, 5 Dolar itu..
Dasar kapitalis! Buku sekecil itu hampir sama dengan harga sepatu high heels yang kubeli secara online bulan kemarin..

Kami berjalan beriringan ke arah pintu keluar..
Rupanya dia berasal dari Bandung dan sedang berencana mencari pekerjaan di Pulau ini.
Kami bertukar nomer telepon karena dia masih memakai hape jadul.
Kuberitahukan hotel tempatku menginap..

Kami berpisah di pick up point karena dia masih menunggu temannya yang akan menjemput..

“Well.. see you later Lih..”

Jawabannya yang hanya berupa senyum itu semakin membuatku geregetan!
Masih kulihat sosok itu dari dalam taxi..

Seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,
Senyum itu tidak lepas dari wajahnya sejak dari toko buku..
Aku pun mendapati bayangan diriku dikaca sedang tersenyum dengan mainan baruku! ^_^

End of

The Book

 

 

Author: 

Related Posts