Cerita Sex The PE Teacher – Part 29

Cerita Sex The PE Teacher – Part 29by adminon.Cerita Sex The PE Teacher – Part 29The PE Teacher – Part 29 (CHAPTER 19) The Headmaster 1st Act Rencanaku gagal total malam itu! Semua gara gara Teh Indri! Kok bisa?? Awalnya bermula saat kami membeli salah satu martabak yang terkenal dengan martabak sisirnya di deket simpang Dago.. “Ki, tar makan martabaknya di Bukit Bintang yuk? Kata Teh Indri seru disitu, sambil […]

multixnxx-My MILF Thread -7 multixnxx-My MILF Thread -8 multixnxx-My MILF Thread -9The PE Teacher – Part 29

(CHAPTER 19)

The Headmaster

1st Act

Rencanaku gagal total malam itu!

Semua gara gara Teh Indri!
Kok bisa??
Awalnya bermula saat kami membeli salah satu martabak yang terkenal dengan martabak sisirnya di deket simpang Dago..

“Ki, tar makan martabaknya di Bukit Bintang yuk?
Kata Teh Indri seru disitu, sambil liat city view bisa indehoy! Hihihi!”

Sketika ingatanku melompat ke malam itu..
Malam dimana aku dan Teh Indri..

“Ki.. ooiii Ki? JELEEEEEK???! pasti deh ngelamun kalo lagi diajakin ngobrol! Gimana? Mau ga?”

“Hah??? Sapa yang nglamun! Aku tuh mikir tar pake gaya apa ya pas udah nyampe bukit bintang! NYAHAHAHAHAhaduuudududuh!”

Pinggangku sukses terkena jurus Cubitan Pencabut Sukma!
Duuuh pereeuuuss eeuuyy…

“Ga bisa deh serius kalo diajakin ngomong! Yaudah tuh dah mau jadi martabaknya, ayok buruaaann!”

*****

Sesampainya di tempat itu, aku mengalami serangkaian serangan dejavu parah!
Saat kami berciuman.. yang terbayang di kepalaku hanya
betapa tebal bibir Ibu dua anak itu..
Saat kuremas dada Nita, yang terbayang hanya betapa enaknya kalo penisku dijepit payudara Teh Indri yang sudah menyusui dua orang anak itu..

Jenderal Otong pun sampai melambaikan bendera putih karena bingung menerima instruksi berlainan yang datang dari otakku yang ga ketulungan plin plannya!

“Nit.. tar dulu Nit! Uufff.. uummphh! Bentar!”

Kutahan tubuh mungil yang sudah berguncang karena nafsu itu..
Nita memandangku heran..

“Lo kenapa si?? Tadi aja di dapur napsu banget! Sekarang malah ga mau.. bingung deh gw..”

Aku kehabisan alasan.. shit harus bilang apa ni!

“Ting!”

“Gatau nih, ko sampe sini liat bintang, gw bawaannya jadi Mellow.. hehehe!”

Nita mengalihkan pandangannya ke langit Bandung..

“Hmmm.. iya juga sih.. tumben ga omes lo Ki.. hihihi!”

Justru sebaliknyaaaaaaaa! Hadeh..

Anyway.. bukannya saling memagut dan berpilin..
mulut dan lidah kami sibuk mengunyah martabak sisir itu sambil berpelukan..
Asik juga sih kaya gini sekali kali..
Tapi ya itu.. sekali kali aja! Hahahaha!

“Nit.. tar klo bulan madu lo pen kemana?

Nita yang ditanya langsung semakin erat memeluk pinggangku..

“Seterah lo Ki..
Makan Mi Ayam di Galaxy deket rumah lo bisa..
Sarungan seharian dirumah juga bisa! Hihihi!
Tapi.. kalo boleh milih gw pen ke Bali..”

Kucium keningnya lembut..
Memang ga salah pilih aku sama ni anak..

“Pulang yu.. tar dicariin om Kumis kita! Hahaha!

Kamipun berciuman cukup lama dengan mulut dan gigi yang masih belepotan coklat dan keju! Hihihi
Kustater Fortuner hitam itu lalu kamipun kembali ke rumah Nita..

*****

Orangtuaku pamit pulang ke calon besan mereka di pagi harinya..
Karena kebetulan itu hari sabtu jadi acaraku agak santai..

Kulihat agenda di hapeku..

Sabtu, jam 4sore, Ketemu Alisya dan Bu Linda di Kompleks Perumahan Dago Pakar Blok.. No…

Ooohh SHIT.. I totally forgot!

End of

1st Act

Rumah itu terlihat kecil dari luar..
Hanya ada sebuah kursi rotan dan meja kayu di teras yang kecil itu.. halaman depan penuh dengan tumbuhan hias berbagai macam..

Aku memasuki halaman rumah itu..
Bel berbentuk lonceng kecil terpasang disebelah pintu masuk,

“Cling! Cling!”

Suara sendal jepit nyaring terdengar semakin mendekati pintu..
Firasat buruk nii..

“Bapaaaaaaaaakkk! Kyaaaaa!”

“Bruk!

Tubuh mungil itu menabrakku.. semerbak wangi parfum langsung menyerang indera penciumanku..

“Mmuaach! mmuuaaacchh! Ko ga bilang bilang sih paaakk!?? Mmuaach! Kan aku bisa siap siap pake baju yang lebih seksiiii! Hihihi!”

“Sya.. emphh! Uugghh! Lo.. oommpphh! ngapain disini!?”

Pertanyaan yang bodoh sebenarnya..

“Emang salah kalo ponakan mau main ke tempat tantenya???”

Aku hanya mengangkat bahuku.. tidak ingin memperpanjang debat dengan iblis mungil yang seksi ini..

“Ayo masuk pak! Buruaan, itu Om Mike sama Tante Lin dah nungguin daritadi.”

Aku mengikuti langkah kaki Alisya menuju halaman belakang rumah itu..
Tampak ada dua orang didalam sebuah saung mini yang berhadapan langsung dengan kolam renang mini yang ada disitu..

Kulihat Bu Linda sedang berbaring dengan kepalanya tersandar pada lengannya. Dia memakai summer dress warna kuning dengan tali yang tersambung ke leher..
Disebelahnya Mr. Michael memakai kaos kerah putih dengan celana pendek..

“Welcome Mr. Riki…
Finally.. we meet again..”

Laki laki itu seperti memiliki aura yang selalu berhasil membuatku terdiam..

“Saya harap Bapak tidak kabur lagi kali ini..”

Sepertinya kedua pasangan ini tidak akan melepasku sebelum permintaan mereka terpenuhi..

“Okay.. okay.. saya disini sekarang.. puas??!”

Wanita itu bangun dan berjalan menghampiriku..
Tangannya membelai lembut pundakku..
Lalu tanganku ditariknya untuk bergabung dengan Suaminya di pinggir kolam..

Alisya yang sedari tadi tidak bersuara berjalan perlahan menghampiri kami..

Aku duduk di tengah tengah gazebo itu yang sudah ada semacam kasur dan beberapa bantal

“Bu.. saya tidak bisa melakukan ini dengan suami anda ada disini.. jadi bingung bu mau gimana..”

Wanita itu tersenyum lalu berbisik ke pasangannya..
Alisya menghampiriku..

“Pak.. aku boleh ikutan kan?”

“Sya.. ini serius.. lo ga boleh gabung! Itu tuh harus dijaga! Ngerti??”

Aku selalu terbawa emosi setiap sedang menasehati Alisya..
Sebenernya aku lebih menganggapnya adekku..
Sedikit banyak aku melihat Nita didalam diri Alisya dan aku ga mau anak ini rusak ditangan laki laki.. apalagi ditanganku!

Bu Linda bergerak mendekat ke arahku..
Entah kenapa malam ini dia tampak begitu misterius..
Penasaran jadinya..

“Mr. Michael harus ikut melihat.. kalau tidak dealnya batal..”

Terbayang duit yang akan melayang apabila perjanjian ini batal..
Padahal sebentar lagi aku akan menikahi Nita..

Kuraih pinggang Bu Linda, langsung kuangkat tubuhnya dan kunaikkan ke bahuku..

“Aaakkhh.. Ki! Saya mau dibawa ke mana!?? Ki turunin saya!”

Aku tidak memperdulikan rengekannya,
Aku tau Suaminya pasti mengikuti kami..

Kuhempaskan tubuh sintal itu di kasur salah satu kamar yang pertama kali kutemukan..
Wanita yang adalah atasanku di sekolah sekarang ada di hadapanku..
Dia menatapku tajam dan tidak berusaha memperbaiki dress nya yang sudah tersingkap tinggi..

Ada bunyi gaduh dari arah pintu kamar..
Aku pura pura tidak mendengarnya..
Aku yakin Mr. Michael sudah ada di pintu.

Kaos dan celanaku sudah jatuh di lantai..
Sekarang aku mendekati Sang Kepala Sekolah hanya dengan boxer hitam pemberian Teh Indri..
Tanganku menyusuri betis Bu Linda..
Tubuhnya bergetar menyambut belaian tanganku..

“Ssssshhhhssttt.. Ki… don’t tease me..”

Tanganku terus menyusuri kaki jenjang itu..
Menyingkap gaun tipis itu..
Jariku sudah sampai ke pinggangnya..
Penisku yang masih terbungkus rapat boxer kugesekkan ke betisnya..

“Jadi Ibu mau anak dari saya kan..”

Tanganku masih bergerak..
Gaun itu sekarang sudah melewati pinggangnya
Dan akhirnya terlepas dari tubuhnya..

Aku berpindah..
Kuposisikan diriku berlutut didekat kepalanya..
Belaian belaian pada pahanya sudah berubah menjadi remasan gemas karena aku tidak tahan melihat putihnya tubuh Kepala sekolahku ini!

Perlahan kepalaku mendekati celana dalam berwarna hitam itu..
Kedua pahaku sudah mengangkangi kepalanya..
Kurasakan hembusan nafas memburunya di penisku..
Iseng kugesekkan si otong ke wajahnya..

“Uuhhh.. kerassshh bangetthh Kiii punya kamu.. ”

Aku tersenyum mendengar Bu Linda..
Panties berenda itu sudah tidak lagi ditempatnya..
Kucium perlahan paha bagian dalamnya sambil kuranggangkan selebar mungkin kedua paha atasanku itu..

“Apanya Bu yang keras?? Yang jelas dong.. apa yang keras?”

Kurasakan jari jari kecil berusaha menarik boxerku turun..
Diikuti bunyi “plokk!”
Rupanya Jenderal Otong memberikan salam perkenalan dengan sedikit tamparan ke wajah halus Bu Linda, hehehe

“Hmmm… Your cock Ki.. ssshhh… i am going to enjoy this..”

Kurasakan batang pelirku terbungkus oleh sesuatu yang hangat!
Aku sendiri melanjutkan jilatanku di selangkangannya..
Lidahku bergerak membuka bibir yang bergelambir itu..
Pussynya sudah sangat basah dengan cairan cinta yang membanjir!

Kurasakan kuku kuku yang menancap di paha dan pantatku!
Kubalas dengan mencengkram kedua paha itu..
Kami bergulingan di kasur bigsize itu,
Saling menjilat dan melahap kemaluan lawan tandingnya..

“Braakk!”

Aku dan Bu Linda sama sama melihat ke arah pintu yang terbuka!

Disitu berdiri Alisya yang sudah acak acakan pakaiannya dengan jari jarinya tertanam di pantiesnya sendiri..

Dan Mr. Michael hanya bajunya saja yang masi tertinggal di tubuhnya..
Sedangkan bagian bawahnya sudah tidak ada celana yang menggantung lagi.. hanya ada..

“Honey!?? Your penis! Its.. ALIVE!”

End of 2nd Act

3rd Act

Bapak Kepala Yayasan itu berdiri dengan sedikit bersandar ke daun pintu..
Matanya tampak berbinar jauh berbeda saat kutemui di ruang kepala sekolah dan sebelumnya di pinggir kolam renang tadi..
Tangannya mengurut pelan batang penis yang tegak mengacung..
Tidak seperti ceritanya saat mengajukan proposal gila ini sebelumnya..
Sedangkan iblis kecil favoritku itu.. wajah imutnya sudah berubah jadi iblis super horny!
Dia jatuh terduduk di lantai masih dengan tangannya yang beraksi di dalam panties itu..

“Paakk.. uuugghh.. aku pengen sssshhh!.. ikutt paaakk..”

Aku hanya geleng geleng kepala melihat pemandangan ajaib dari ponakan dan Omnya yang sudah sama sama horny itu..

Bu Linda sendiri setelah takjub melihat perubahan Suaminya langsung kembali mengisap penisku.. kali ini dengan semangat 45!

“Stick around Sir.. maybe you get to taste your own wife after I CUM in this slut’s pussy..”

Mati gw! Mulutku seperti biasa njeplak semaunya sendiri..
Gw bisa dipecaaaaat! Kenapa ngomong gituuu!??

Tapi laki laki itu tidak menampakkan raut wajah kesal,
Justru dia menghampiri kami lalu duduk diujung ranjang..
Alisya sendiri mengikuti Omnya lalu memposisikan dirinya di pangkuan Omnya!

Nafsuku semakin menggila melihat tingkah Om dan Ponakannya ini..
Aku segera bangun dari atas tubuh Headmaster jelita itu dn berdiri dipinggir ranjang
Kuputar tubuh pasrah itu.. kepalanya berada di agak jatuh di pinggir ranjang..
“Maaf ya Bu.. saya masih ingin menikmati mulut Ibu.. hheemmpphh!”

Bibirnya terbuka seakan terbuat dari karet elastis yang mempersilahkan Jenderal Otong memperkosa sesuka hatinya!

“Ggaaakkhh! Gggrrllgghh! Cllakk! Cllaakk! Uuummphh! Uummpphh!”

Bisa terlihat bentuk samar batang penisku yang merajai tenggorokan sang Kepala Sekolahku..
Tangan Bu Linda sendiri sibuk meremas, memilin putingnya sendiri, dan bermasturbasi sambil tetap melayaniku..

Alisya sudah berganti posisi..
Kakinya sudah terbuka lebar!
Pahanya dicengkrram erat oleh Omnya dan digeser maju mundur,
Wajahnya sudah menengadah..
Hanyut dalam dunianya sendiri..
Kulihat kepala helm kemaluan Mr. Michael mengintip dari celah virgin pussy itu.. mengkilat dengan cairan cinta Alisya..

Shiit this is too much for me!

Sekuat tenaga aku menahan impulse untuk segera menembakkan calon Riki Junior ke bibir indah Bu Linda!

Kucabut penisku dari mulutnya dengan sedikit bunyi “plop!”

“Turn around ma’am!
I want to fuck you doggy style..”

Atasanku itu melakukan perintahku tanpa bantahan..
Kutarik rambutnya yang lurus itu sedikit keras dan kuarahkan kepalanya ke arah Pussy yang semakin basah itu..

Seakan sudah mengerti apa yang kuinginkan,
Lidah Bu Linda langsung melata diatas dua kemaluan yang bergesekan itu!
Alisya terpekik kaget melihat Tantenya sedang beraksi dibawahnya,

“Aaakkhh! Tan.. ssshhhh! Tanteeeehh.. teruuushhh!”

“Boooosss! Peluru udah siap neehh! Permission to fire Boss!??”

Jenderal Otong sudah bersiap dengan bazookanya..

Kuhujamkan Penisku dari belakang sambil memegang erat pantat bulat Bu Linda!
Berkali kali kutarik penisku sampai hanya tinggal ujungnya lalu kuhujamkan lagi dengan seluruh tenagaku!

“Heeerrrnngghh! Buuuuukkhh! Siaaapp Buuuu! Siap punya anak dari sayaaaa!”

Bu Linda berhenti dari Jilatannya, melihatku dari balik punggugnya dengan rambut yang sudah berantakan dijambak oleh Alisya..

“Give it to me Ki.. give it to me you motherfucker! Aaakkkhh!”

That’s it! Aku dah diujung tenagaku menahan pelatuk Si Otong!

“Terima ini Buuuu! Aaaaarrrggghh!””

Vagina itu terasa penuh, penisku berkedut kedut terus menyemprotkan calon calon jabang bayi yang akan diseleksi masuk oleh Rahim Si Ibu Kepala Sekolah..

Hampir bersamaan setelah itu, Mr. Michael menarik Alisya untuk berlutut di lantai, diapun akan ejakulasi rupanya..
Aku dan Bu Linda melihat pemandangan Ajaib seorang Om yang akan Cum on his own niece’s face!

“Syaaa! Open your mouth! I want tooo cuuum aaarrrgghh!”

Wajah Alisya sudah tertutupi hampir separuhnya oleh semprotan dari Mr. Michael..
Matanya sampai sampai tidak dapat dibuka..

“Gladi could help.. uncle.. hihihi!”

Aku terjatuh lemas menindih Bu Linda..
Kulitnya yang kuning langsat itu kontras bersandingan dengan kulitku yang coklat sawo busuk ini..

Kami berempat sama sama mengatur nafas sambil saling berpandangan..

“…………”

Aku tersenyum duluan..
Lalu disusul tawa lirih Bu Linda yang masih tertindih di bawahku dengan Penis yang masih tertanam di pussynya yang tembem itu..
Akhirnya kamipun tertawa bersama sama di kamar itu..

“What a crazy night..”

End of

The Headmaster

Author: 

Related Posts