Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 12

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 12by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 1213 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 12 ====== 11th SIN : Escape Plan === . (FANY STORIES) . Dua hari sudah aku tersadar, aku mulai dapat mengumpulkan kepingan-kepingan memory yang bertebaran dan mulai merangkainya, cerita-cerita dari Lian dan mama sangat membantuku dalam menggabungkan semua kenangan itu, tentang mas Aldi dan juga tentang penelpon […]

tumblr_npu6dqlpMq1qjlplao3_1280 tumblr_npu6dqlpMq1qjlplao4_1280 tumblr_npu6dqlpMq1qjlplao5_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 12

======
11th SIN : Escape Plan
===
.
(FANY STORIES)
.
Dua hari sudah aku tersadar, aku mulai dapat mengumpulkan kepingan-kepingan memory yang bertebaran dan mulai merangkainya, cerita-cerita dari Lian dan mama sangat membantuku dalam menggabungkan semua kenangan itu, tentang mas Aldi dan juga tentang penelpon aneh yang memberiku uang untuk suatu misi permainan.
.
“mah..kapan aku bisa pulang?” tanyaku sore itu, ketika mama sedang duduk disisiku, sambil membelai rambutku.
.
“dokter bilang dua hari lagi..!” jawabnya.
.
Ada satu hal yang mengganjal dipikiranku, yang begitu ingin kutanyakan pada mama tentang mimpi yang kualami ketika koma, tentang keluarga Jia yang harus menjadi budak keluarga Ming. Apakah itu hanya mimpi atau kenyataan.
.
“mah..!”
.
“iya sayang…” jawabnya lembut.
Aku sedikit bingung untuk mencari kata yang pas,
“mah..ehmm..benarkah keluarga kita budak keluarga Ming..?” tanyaku.
.
“apa..!..kamu.. Darimana tahu hal ini..?”mama terlihat terkejut.
.
Melihat ekspresi mama yang begitu, hatiku langsung berdesir, aku sudah bisa merasakan jika itu semua memang benar, jika semua kejadian yang kualami ketika koma memang benar.
“ketika aku koma, aku seperti bermimpi, aku menjadi seorang anak keluarga Jia, dan menjadi budak Keluarga Ming..” jelasku menjawab pertanyaan mama.
.
“kenapa mama begitu terkejut, itu bukan hanya mimpikan mah?” tanyaku lagi.
Mama masih terdiam dan raut kebingungan tergores diwajahnya..
.
=============
(Mom’s stories)
.
Aku tidak mengerti bagaimana bisa seorang yang sedang koma mengalami kejadian yang selama ini sama sekali tidak pernah diketahuinya, apakah ini takdir?.
.
Mungkin memang ini saatnya Fany tahu semua, wajahnya mendadak memucat ketika mendengar penjelasanku, tetang dirinya yang harus menjadi pengganti Lian, dan juga soal kenyataan bahwa sesungguhnya dia adalah anak angkat.
.
“maafin mama sayang, mama bingung, tidak tahu lagi, mama menyayangimu seperti anak sendiri..” ujarku dalam derai airmata, aku benar-benar bingung, aku takut Fany mengira aku tidak menyayanginya, aku sayang Fany seperti juga kepada Lian.
.
“mah..fany ngerti mah..justru Fany akan marah jika, mama memilih Lian..”ujarnya, anakini benar-benar tabah, sejak kecil selalu melindungi dan mengalah kepada Lian, aku tahu ucapannya itu tulus.
.
“maafkan mama sayang, kamu yang harus berkorban..jika bisa mama akan memilih mama yang menggantikan.” ujarku sambil memeluknya.
.
“ini bukan berkorban mah, ini balas budi fany untuk mama, seandainya fany juga anak kandungpun, Fany yang akan mengambil tanggung jawab ini, fany ga mau Lian kenapa-kenapa..” kata-kata yang membuatku semakin merasa sesak didada, aku tak mampu lagi berkata, hanya bisa memeluknya semakin erat dalam dekapanku.
.
Aku semakin tidak rela menyerahkan Fany kepada mereka, apalagi Lian dengan segala rencananya yang terus membujukku untuk lari, apakah memang aku harus lari, aku hanya memiliki mereka berdua, aku juga tidak yakin apakah niatku mengelabui mereka akan berhasil, sungguh sulit untukku memilih.
.
Masih terbayang jelas di ingatanku kejadian 25tahun lalu, ketika kedua orang tua, mengantarkanku kesebuah rumah besar berpagar tinggi, yang menurutku sangat menyeramkan apalagi halamannya yang tampak tidak terawat, dengan kolam yang penuh bunga teratai. mereka berpesan jangan pernah melawan dan turuti semua kemauan orang-orang disana, aku saat itu tidak mengerti apa yang mereka maksud, dan hanya menurut saja ketika seorang perempuan tua membawaku kesebuah ruangan di bagian tengah bangunan itu, dimana terdapat banyak kursi mengelilingi sebuah ranjang berukuran besar yang diletakan ditengah-tengah ruangan itu.
.
“kamu tunggulah disitu bersama dia..”ujar perempuantua menunjuk sebuah kursi disebelah gadis gemuk. Akupun menurut dan duduk disamping gadis itu.
.
“marga Jia..?” tanyanya, setelah perempuan tua itu pergi.
.
” iyah.. Aku Wiwie.. Cici marga apa ?” jawabku sambil memperkenalkan diri,
.

(wiwie)
.
“Anie… Aku juga marga Jia, dan karena marga sialan itulah kita jadi harus berada ditempat ini sekarang!” jawabnya pelan namun penuh amarah.. “masih perawan?.” tanyanya lagi.
.
“Maksudnya..?” aku balik bertanya menegaskan maksud dari pertanyaan nya tadi.
.
“masih perawan atau tidak.. Pernah ngewe.?” tanyanya vulgar.
.

(Anie)
.
“tidak ci..aku belum pernah melakukan hal itu..” jawabku canggung.
.

“bruuuk..” suara pintu yang dibuka paksa mengalihkan perhatian kami.
“lepaskan…bajingan kalian..akh.. Lepaskan aku tidak mau..” teriak seorang gadis sambil meronta, yang sedang diseret oleh seorang pria dan diikuti oleh permpuan tua yang tadi mengantarkanku. Gadis itu dilemparkan kedepan kami.
.
“berhentilah bertingkah bodoh, pikirkan keluargamu yang lain, kau ingin pergi.. Pergilah dan kami akan membawa adikmu sebagai pengganti..” kata perempuan tua itu mengancam.
.
“biadab kalian…!” teriak gadis itu sambil berusaha menerjang siperempuan tua. Tapi dengan sigap ci Anie menahan tubuh gadis itu, dan refleks aku juga turut membantu memegang gadis ini.
.
“kalian jaga dia..” ujar wanita itu pada kami, “dan kau, belajarlah pada mereka yang bisa menerima takdirnya..” lanjut wanita itu sambil menunjuk si Gadis yang tengah kami pegangi, lalu berlalu meninggalkan kami bertiga terkunci diruangan ini.
.
“siapa nama kamu.?” tanyaku ketika ia tampak mulai bisa tenang.
.

.
(Linda)
.
“Linda..” jawabnya.
.
“aku wiwi, itu ci Anie..”
.
“aku takut wi..aku ga mau jadi pelacur…” ujarnya.
.
“jadi pelacur..” ulangku sambil menatap ci Anie.
.
“ya dan bukan hanya itu, kita juga jadi budak mereka, yang harus menuruti semua perintah mereka..dan jangan berfikir untuk lari, karena jika kita lari, mereka akan mengambil anggota keluarga kita yang lain untuk menggantikan” jelas ci Anie.
.
Ditempat itu kami bertiga menunggu beberapa hari untuk ritual, selama itu kami menjalani perawatan tubuh dan juga dipaksa untuk menyaksikan adegan hubungan seks, dan mempelajari gaya-gayanya, namun sebagai gadis yang belum pernah secara langsung melakukan hubungan intim, kami semua sangat tegang, ketika saatnya tiba, tak terkecuali ci Anie, rumah ini sudah penuhi oleh orang, mereka duduk dibangku-bangku yang berjejer itu, seperti akan menyaksikan sebuah pertunjukan.
.
Kami berjalan beiringan, dengan tubuh hanya terbalut kimono tipis nan trasparan, menuju hamparan kasur yang terletak ditengah-tengah ruangan itu, diantara deretan kursi yang kini terisi oleh orang-orang yang semuanya memandang kami.
.
Kami terdiam ketika seorang pria berdiri kedepan.
Pria itu berbicara dalam bahasa yang tidak kumengerti seperti memberi sambutan, setelah selesai, jubah yang kami kenakan dilepas paksa, kini kami bertiga berdiri bugil dihadapan banyak orang.
.
“kamu..!” pria yang tadi memberi sambutan menunjukku “kemarilah..!” perintahnya
.
Aku berjalan mendekatinya, ia menatapi tubuh bugilku,
“buka mulutmu..” perintahnya.
Aku membuka mulutku, ia memasukan jarinya, “hisaplah jariku..!”
.
Aku menghisap jemari pria tua itu, jemari yang bermain didalam mulutku, “hahaha..pelacur yang penurut…” ujarnya, lalu menarik jemarinya dari dalam mulutku, dan mendorong tubuhku ke tempat tidur.
.
“gendut..sekarang kamu kesini,..!” tunjuknya pada ci Anie.
.
“badanmu benar-benar seperti babi..” ujarnya ketika ci Anie mendekat.. Dan orang-orang yang sedang duduk menyaksikan kami turut tertawa, raut kekesalan tergambar diwajah ci Anie.
.
“plak..plak..” pria itu menampar dua bulatan pantat Ci Anie dengan sangat keras, lalu meremas keras kedua payudaranya.. “awwkhhhh…” teriak ci Anie.
.
“babi sekarang kau jilati memek dia,.”ujarnya memerintah.. Ci Anie langsung mendekatiku yang terduduk ditempat tidur, “ci….!” seruku..
“sudah, diam saja, berbaringlah..” ujarnya, akupun menurut dan pasrah ketika ci Anie menekuk kedua kakiku lalu menguakannya lebar agar dia bisa menempatkan kepalanya didepan selangkanganku, “akhhh…”erangku ketika merasakan hangatnya setuhan hangat berlendir lidahnya, dibibir kemaluanku inilah pertamakali nya ada benda asing menyentuh memekku..” akh..ci..akhhh..” aku takkuasa menerimanya rasanya sungguh geli, mataku sampai terpejam berusaha menahan untuk tidak terlalu keras mengerang…
.
Disaat mataku terpejam menikmati jilatan lidah ci Anie dicelah selangkanganku, aku merasakan ada sentuhan dipayudara kiriku dan kuluman dipayudara kanan, kubuka mataku ternyata Linda yang sedang menjilati dan meremasi kedua payudaraku.
.
Gairah birahi telah mulai berkecamuk didalam diriku, dan aku baru menyadari ada seorang pria bugil yang sudah bergabung dengan kami, ketika aku merasakan ada yang melumat bibirku, “ehmph..ehmph..” aku kembali memejamkan mata dan membalas lumatan itu, aku sudah tak perduli lagi, suara-suara riuh dari orang-orang itu, ini akan jadi persetubuhan pertamaku dan aku akan menikmatinya.
.
Aku tidak merasakan lagi sentuhan dimemek dan juga payudaraku, satu-satunya yang kurasakan sedang menyentuh dan merabai tubuhku hanyalah tangan pria yang sedang berpagutan bibir denganku ini.

.

’emphhuaach..!” ia melepas kuluman dibibirku, kulirikan pandanganku kesamping untuk melihat dimana kedua temanku, ternyata ci Anie kini sedang dalam posisi nungging menjilati memek Linda, ekspresi Linda sendiri terlihat begitu tersiksa entah karena birahi atau hal lain.
.
“biarkan mereka yang sedang asyik, kini saatnya kau merasakan kenikmatan yang sesungguhnya..” ujar pria itu, kualihkan pandanganku menatap wajahnya yang tepat diatas tubuhku, usianya mungkin 40an, tapi wajahnya lumayan tampan dan bersih, tak ada kumis atau jenggot,.. “kenapa?..” tanya nya, aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.
“kamu cantik..” ujarnya lalu mencium keningku, aku terdiam ada sedikit rasa tersanjung ketika dipuji seperti itu, kupejamkan mata menikmati setiap kecupannya, dikening, dimata, dihidung, juga ditelingaku, “ehmhhh..” desisku ketika, ujung lidahnya terasa menyentuh daun telingaku, menyusuri seluruhnya hingga terasa basah oleh liurnya.
.
“akhakh..akh..” erangku, ketika merasakan kedua putingku dipilin oleh jemarinya.
Ciumannya kini mulai menyerang leherku, sesekali digigitnya pelan.. Ia menyusuri pundakku, kedua tanganku diangkatnya, dan menyelusupkan kepalanya diketiakku, ia melakukan hal sama diketiakku seperti ditelingaku tadi, ia menjilati ketiakku yang bersih tanpa bulu itu, selama beberapa hari disini kami menjalani perawatan tubuh termasuk bulu ketiak juga bulu kemaluan yang dicukur bersih..
.
“emhh..ikh..” aku mendesis antara nikmat dan rasa geli. Bergantian kedua ketiakku, menerima permainan lidahnya, sebelum akhirnya sentuhan lidahnya berpindah keselangkanganku dan mulai mengorek-ngorek lipatan rapat bibir memekku.
“bersiaplah saatnya kau merasakan keperkasaan tuanmu…” ujarnya sambil mengarahkan batang kontolnya kememekku yang sudah becek karena baru saja dilumuri liurnya.
.
Dengan dipegangi sambil digerakan keatas kebawah, Ia menggesek-gesek celah memekku lalu mendorong perlahan ujung kontolnya, berusaha menerobos lubang perawanku, sedikit demi sedikit aku bisa merasakan ujung kepala kontol itu membelah memekku..
.
Kedua tanganku mencengrkam sprei, dan gigiku menggigit bibir bawahku, rasa sakit dan juga rasa berdebar, bercampur aduk didiriku, “awwkhhhh..” aku berteriak karena pria itu langsung membenamkan semua kontolnya yang tersisa.
“ahh..memek..yang begitu sempit..” gumannya sambil mendiamkan sejenak kontolnya yang amblas terbenam dimemekku..
“ehhh..aikkh…”aku merintih, merasakan perih yang teramat sangat diselangkanganku. Ia mulai bergerak perlahan menarik kontolnya, lalu membenamkannya lagi, “akhhh..sakiiittt..awkhh…sakitt..” rintihku, sambil menggerakan kedua tanganku keperutnya berusaha menahan penetrasinya, walau ku tahu itu percuma, ia terus menggerakan batangnya keluar masuk, bahkan kini dengan kasar kedua tangannya meremasi payudaraku.
.
“AKRGHHHHHH..AAKHHH,…” teriak keras dari ci Anie membuatku menoleh kearahnya, ternyata seorang pria botak bertubuh besar, baru saja menembus memeknya, ci Anie yang dalam posisi nungging itu menjerit-jerit sementara sibotak itu tidak perduli sama sekali ia terus menyetubuhi ci Anie, dengan seolah sedang naik kuda dan menarik rambutnya sebagai tali kekang, ci Anie berteriak-teriak kesakitan, dan aku bisa melihat kenapa teriakannya tak kunjung henti, ketika sekilas kulihat kontol yang sedang keluar masuk dimemeknya itu mempunyai ukuran yang sangat besar, hampir tiga kali lipat dari ukuran kontol yang sekarang sedang keluar masuk dimemekku, sesekali kulihat darah menetes dari memeknya, ia masih terus menjerit, dan sibotak itu terus bergerak terus menjambak rambutnya dan sesekali menampar bokongnya.
.
Sementara Linda nampak sedang berlutut dilantai, dengan dikelilingi pria-pria telanjang mulutnya ternganga, sibuk melayani kontol-kontol pria itu, dengan airmata berurai membasahi wajahnya.
Linda terlihat begitu tersiksa, mereka menarik dan menjambaki rambutnya, menjejali paksa kontol kedalam mulutnya. Aku tak bisa lebih lama melihat Linda, ketika sebuah tangan memalingkan wajahku, dan ketika kuberpaling sebuah kontol sudah mengacung tepat didepan mulutku, dan didorong-dorongkan ingin memasuki mulutku, aku buka mulutku, “jilati..” ujar sipemiliknya, dan kujulurkan lidahku menjilati ujungnya, yang tampak sudah mengeluarkan cairan, aku sedikit merasa mual mencium aroma nya, tapi ia memegang kepalaku dan menekannya, agar kontolnya terus menempel dimulutku.
.
Puas menikmati jilatan lidahku, pria itu mendorong kontolnya, dan masuk kemulutku, kubuka mulutku selebar mungkin, membiarkan kontol dari pria yang sama sekali tak kukenal itu, keluar masuk dimulutku, dan kerap membuatku nyaris tersedak.

Perlahan rasa sakit dan perih dimemekku, berangsur mulai hilang dan berganti dengan rasa nikmat, dan semakin nikmat ketika diimbangi dengan remasan dikedua payudaraku, akupun bergerak menggoyangkan pantatku menyambut setiap sodokan kontol itu, yang terasa bergerak semakin cepat, namun terasa semakin nikmat, dan hisapan mulutku juga semakin menjadi.
.
“emphh..emph..” suara erangan dari mulutku yang tersumpal kontol, aku mulai merasakan serangan seperti ingin buang air dikemaluanku, rasanya nikmat, sekujur tubuhku bergetar, rasa itu semakin tak tertahan.
“arhmmhkhhh..” aku menggeram, dan rasa didalam tubuhku tak mampu kutahan lagi..”akh… akhh..” Tubuhku mengejang sesaat dan langsung melemas nikmat sekali.. Untuk sesaat aku tak berdaya, tubuhku terguncang akibat sodokan diselangkanganku, dan kemudian pria itupun menggeram “akhhhhh….” ia berteriak, dan kurasakan semburan hangat dimemekku, baru beberapa detik aku merasakan kehangatannya, tiba-tiba kontol yang sedang keluar masuk dimulutku juga terasa berdenyut, dan refleks aku justru semakin kuat menghisapnya, dan tenggorokanku disemprot cairan dan kental, sebagian langsung tertelan, sebagian meleleh keluar dari sela-sela mulutku. Sementara ci Anie pun tampaknya selesai dikerjai, para pria itu meninggalkan kami, tubuhnya telungkup bermandi keringat, aku berguling kesebelahnya, nafasnya masih begitu menderu.
“cici ga apa..?” tanyaku pelan dan ia hanya mengangguk..
.
“bruuuk…” suara tubuh Linda Yang dibanting kekasur disebelah kami.
Gadis itu tampaknya masih belum mau menyerah, ia langsung bangun, beringsut duduk, pria yang membantingnya segera naik, dan “plak..plak..” dua tamparan mendarat dipipinya, “aku ga mau…ga..a..ga mau..” teriak linda dalam tangis,gadis ini belum dapat menerima semua kejadian ini.
.
“kurang ajar.., tak tahu diri…” bentak pria itu sambil mengangkat tangan hendak memukul Linda lagi.
.
“tunggu tuan biar aku membujuknya..” ci Anie bergegas bangkit menahan tangan pria itu, “lakukan dengan cepat..” perintahnya, sambil turun dari kasur lalu kembali, bergabung dengan teman-temannya.
.
“sudahlah, tak ada gunanya melawan, mereka sangat banyak, jangan bodoh..” ujar ci Anie menasehati, aku mendekap Linda menyandarkan tubuhnya ketubuhku, “aku ga mau ci..aku ga mau…” ujarnya terisak.
“mereka tidak akan memperdulikan apa yang kau mau…diam dan terima saja..” ujar ci Anie lagi.
.
“aku takut ci.. Aku ga mau..”
.
“kami akan menemani, sudah menurut, lepaskan dan biarkan mengalir..” ci Anie berkata, sambil menyentuh tubuh Linda, membelai dadanya, mengelus perutnya..” terima saja, tadi mulutmu juga tidak bisa menerima nya, tapi setelah dicoba kamu bisa memuaskan kontol-kontol itu..” ci Anie berkata sambil jemarinya bermain dicelah memek Linda.. “ugghh..ci..akh..akh..janga..an..akh..” rintihan kecil dari mulut Linda.
.
“tidak apa sayang.. Jangan ditahan…biarkan..” ujarku, sambil membelai sisa tetes air mata dipipinya, kupegang dagunya, dan kulumat bibirnya. Aroma sperma masih sangat tercium dimulut, “emmph jangan wi..”erangnya, dan berusaha menghindari kulumanku..
“ga apa sayang, pejamkan matamu dan nikmatilah…” bujukku dan kembali kulumat bibirnya, ia tidak meronta namun masih tidak merespon, hanya diam, kucoba untuk terus memainkan lidahku didalam rongga mulut, memjilati dinding kerongkongannya atau menempelkan lidahku dilidahnya, dan berhasil ia mulai membalas, kami saling lumat saling hisap, bertukar liur, tanganku juga sudah mulai membelai gundukan daging dipayudaranya. Sesekali terdengar lenguhan yang tertahan.
.
Linda masih terlihat takut ketika pria yang tadi kembali mendekat sambil memegangi batang kontolnya, “ga apa sayang..” ujarku ditelinganya. Kubaringkan Linda hingga telentang
dan aku sendiri berbaring menyamping disisinya.. Kami berpandangan kuberi senyuman untuk menenangkannya, sementara Ci Anie tampak sedang menjilati batang kontol pria itu, melumuri dengan ludahnya, hingga batang itu terlihat begitu basah.
.
Pria itu menempelkan ujung kontolnya dibibir memeknya, Linda memandangku dengan tatapan yang seperti ketakutan, “ga apa.!” kataku sambil mengecup keningnya, dan kuciumi lehernya sambil terus mempermainkan puting payudaranya, dan disana ci Anie mulai membantu mengarahkan batang itu agar tepat didepan belahan memek Linda, “akhh..akh..” Linda merintih ketika perlahan liang perawannya mulai ditembus perlahan, “akhh eakh..akh..” ia terus merintih, kujulurkan tanganku keatas memeknya, kutekan-tekan bagian itu agar membantu menghilangkan rasa sakitnya.
.
”akhhh..akh..sakit..akhh..” Linda mengerang dan menangis ketika keperawannya terbobol dan batang itu amblas menghujam seluruhnya.
.
Dan teriakan serta rintihannya semakin menjadi ketika kontol itu sudah bergerak keluar masuk dilubang memeknya yang sudah basah oleh cairan birahi bercampur darah perawan Linda.
.
“akh..eakh.. Ukhh..akh…yeah..” pria itu mendesah keenakan dan terus bergerak memompa kemaluan Linda, sesekali ia mencabut seluruh kontolnya dari kemaluan Linda, dan langsung dikulum oleh ci Anie untuk kemudian dimasukan lagi kememek Linda.
.
“akh..ah.. Eakh..” suara erangan Linda mulai berubah dari kesakitan menjadi rintihan kenikmatan…”nikmati saja sayang..” bisikku..
“eakh..akh..” erangnya dengan wajah bersemu merah.. Kukecup pelan bibirnya, pria itu membalikan tubuh Linda, menarik pinggulnya agar menungging, kembali ia memasukan kontolnya, Linda kembali mendesah sementara tangan pria itu menarik kepala ci Anie, dan menyuruhnya menjilati lubang anus Linda, erangan Linda semakin jadi, pria itu juga menyuruhku telentang dibawahnya, kini wajahku tepat diantara selangkangan Linda, dibawah memeknya yang sedang dirojoki batang kontol, cipratan cairan dari memeknya membasahi wajahku, aku julurkan lidahku menjilati kedua bola kembar dikontol yang sedang bergerak keluar masuk dicelah kemaluan Linda itu.
Tiba-tiba pria itu mencabut kontolnya dari memek Linda, dan langsung memindahkannya kelubang anus Linda “akh..jangan..jangan..ga..mau..disitu.” suara Linda menolak tubuhnya berontak, namun tidak dapat berbuat banyak pria itu terus memaksakan menembus Anusnya.. Dan dengan bantuan ci Anie, akhirnya kontol itu berhasil menjebol anus Linda, gadis itu meraung-raung menangis kesakitan, sementara orang-orang yang menyaksikan justrus berteriak-teriak kegirangan seolah mendapat pertujukan seru. Linda terus menangis dan merintih kesakitan namun pria itu tidak perduli, ia tetap memompa dengan kasar, aku jilati memek Linda berharap bisa memberi rangsangan agar bisa mengurangi sakit, dan ternyata cukup berhasil, ia mulai diam, dan rupanya sudah mulai kembali terangsang.. “akh..wi..akh.. Teruus wi.. Akhh..” teriaknya.. Aku bisa merasakan pria itu bergerak semakin cepat, tubuh Linda juga semakin bergetar hebat, dan tak lama kemudian pria itu berteriak mencapai puncaknya, kemudian disusul oleh Linda yang juga mengalami orgasme, wajahku belepotan cairan orgasme Linda dan juga sperma yang meleleh dari anus Linda
.
Rupanya ada tradisi dikeluarga Ming, bahwa hanya yang terpilihlah yang bisa memerawani gadis-gadis keluarga Jia, setelah beristirahat sejenak , kami bertiga dibaringkan berjejer telentang dengan kaki yang terbuka lebar dan pinggang diganjal bantal, pria-pria itu mulai berbaris dan menggauli kami bertiga bergantian.. Aku tidak tahu berapa jumlahnya, dan tak hanya mengauli memek kami, beberapa diantara mereka juga ada yang menggauli kami dianus, rasanya sakit sekali, namun akhirnya kami bisa menikmatinya juga.
.
Setelah kejadian itu keesokan hari nya kami bertiga tak ada yang bisa jalan, seluruh badan terasa sakit, terutama dibagian memek dan anus. Dua hari kemudian beberapa orang datang membawa Linda, ia berteriak-teriak menolak, namun semua sia-sia, aku sempat memberinya sebuah bros kupu-kupu berwarna biru..
.
Entah dibawa kemana Linda oleh mereka, tapi aku dan ci Anie dikembalikan ke keluarga kami, aku tak pernah mendengar lagi kabar tentang Linda, sementara dengan ci Anie, aku kembali bertemu 3tahun kemudian, karena keluarga Ming memanggil kami untuk suatu tugas saat itu, selesai tugas ci Anie memilih untuk tetap tinggal dengan keluarga Ming, karena tidak ingin jika ia kembali kekeluarganya, lalu menikah, maka anaknya akan jadi budak keluarga Ming. tetapi aku memilih kembali kekeluargaku dan menikah, namun aku tidak pernah lepas dari kewajiban untuk menjadi budak dari keluarga Ming sampai akhirnya aku tidak kuat dan memutuskan untuk lari.
.
Ci Anie sempat melarangku, karena menurutnya mereka pasti akan bisa menemukanku, namun aku tetap bersikeras, dan untuk berjaga-jaga jika nanti aku ditemukan, akupun mengadopsi Fany.
.
Aku mengurus Fany dari sejak masih bayi, dan kini kejadian yang kutakutkan akhirnya terjadi juga, memang Fany sudah rela dan menerima untuk jadi pengganti Lian, tapi aku tidak bisa merelakannya, aku tidak ingin Fany menjadi budak mereka, aku menyayanginya seperti aku menyayangi Lian. Sepertinya aku memang harus mengikuti saran Lian, paling tidak aku tidak berpasrah diri, aku akan berusaha menyelamatkan anak-anakku, jika perlu akan kukorban nyawaku untuk mereka

========

(LIANA STORIES)
====
.
Dengan sedikit berusaha lebih keras, akhirnya aku berhasil memberi penjelasan pada Mario soal keadaan yang terjadi pada ayahnya, juga soal penyebab kematian kekasihnya dulu, yang kemungkinan perbuatan orang-orang yang ingin menjatuhkan ayahnya, Mario bersedia untuk pergi denganku.
.
Aku tak akan menyerah aku harus bisa meyakinkan mama untuk lari saja, daripada menyerahkan ci Fany kepada mereka, tapi bagaimana caranya membujuk mama.
.
“hey kenapa masih seperti orang bingung, bukankah sudah kukatakan aku akan ikut..” tegur Mario yang baru saja keluar dari kamar mandi.
.
“sedang memikirkan suatu rencana…!” jawabku,
“rencana pelarian?” tanya nya lagi
“bukan..rencana untuk membuatku tidak bisa jauh dariku..!”jawabku menggoda, sambil bangkit dari kursi tempatku duduk, dan mendekati mario yang sedang berdiri.
.
“apakah kau sudah mandi dengan bersih..?” Tanyaku sambil menarik lepas handuk yang melingkar dipinggangnya.
.
“Aku rasa sudah cukup bersih..!”
.
“oh ya.. Ehm tapi aku tidak yakin.. Berbaringlah disana, aku akan memandikanmu sekali lagi..” ujarku memberi perintah.
.
“sejak kapan mandi diatas kasur..?” gumannya.
.
“ini mandi spesial, cepatlah berbaring atau kau akan menyesal melewatkan kesempatan ini..”.
“baiklah..aku tidak mau menyesal..!” ujarnya, dan segera naik keatas ranjang memposisikan diri telentang.
.
“bagus..!” ujarku, sambil melucuti pakaianku sendiri hingga bugil, kudekati Mario, “bagaimana kalau bagian kaki ini dulu yang kubersihkan lagi..” ujarku, sambil membungkukan kepala, dan menjulurkan lidahku mejilat jempol kakinya, membasahinya dengan liurku, menyusuri setiap celah diantara jarinya, bergantian kiri dan kanan.
.
Setelah itu lidahku merayap dikakinya, menyusuri hingga paha dan juga bagian atas kelaminnya bulu-bulu jembutnya, tak luput kubasahi dengan ludahku, dan aku kembali bergerak menjilati bagian perutnya, terus kedadanya yang berbulu, lehernya..
“bagaimana rasanya…?”tanyaku
.
“ehm luarbiasa..tapi sepertinya ada bagian yang terlewat..” ujarnya
.

“bagian yang itu harus menggunakan alat khusus..”jawabku. Aku kecup lidahnya. Dan ia menahan kepalaku, lalu melumat bibirku, lidah kami saling lumat untuk sesaat..
” saatnya yang spesial..” ujarku sambil melepas kulumannya, kukangkangi badannya, dengan posisi memekku tepat diatas ujung kontolnya…
.
“kau punya sesuatu yang besar disini..” ujarku sambil menggenggamnya
.
“aku menjaganya tetap besar, agar kau selalu kembali kesini..!” jawabnya.
.
Kupegang kontolnya, dan kuturunkan pantatku, kontol yang tegang itu menembus lubang memekku, aku diamkan sesaat..
.
“ehmm..kau punya alat yang sangat nikmat untuk memandikan bagian yang itu..” ujarnya.
.
“kau akan bisa menikmatinya setiap saat nanti ditempat baru kita…” kataku dan mulai bergerak naik turun, menggerakan memekku dikontolnya.

“akh,..akh.. Yeah.. Terus say akh..” teriaknya sambil terus bergerak, dan mengimbangi setiapkan gerakanku dengan sodokan kontolnya, aku bisa merasakan ujungnya menyentuh ujung dalam kemaluanku.
.
“nikmatilah sayang, rasakan kenikmatan memekku..” ujarku sambil terus bergerak naik turun dan sesekali bergerak berputar, sementara mario merem melek menikmatinya.
.
Mario membalikan posisi, kali ini dia yang diatas mengontrol permainan, nafasnya memburu, dan gerakannya semakin tidak teraktur, “aakhh.. Aku keluaaarr akhh…” teriaknya dan ambruk menindihku..
.
Kusingkirkan tubuh Mario dari atasku, dia masih terlelap, aku segera membasuh tubuhku dikamar mandi, dan segera berpakaian, lalu bermaksud pulang, didepan pak Wicaksana sudah menungguku. “bagaimana..?” tanyanya.
“Mario sudah setuju untuk ikut..” jawabku. Ia terlihat senang mendengar jawaban itu,
.
“terimakasih Lian, saya sudah mengatur semua untuk kalian..” ujarnya.
Satu jalan sudah terbuka, kini tinggal membujuk mama.
.
=============
(mom’s stories)
.
Terkadang aku kagum dengan kegigihan anak ini ia tidak pernah menyerah untuk memaksakan kehendaknya, dan kini dihadapanku dan Fany ia menjelaskan dengan sangat detail soal rencana nya untuk lari.
.
“apakah kamu tidak sadar jika rumah sakit ini milik mereka, mereka pasti mengawasi dengan ketat.. Dan dalam rencanamu tidak ada rencana bagaimana keluar dari tempat ini,..” ujarku, anak ini langsung terdiam raut kebingungan langsung tersirat diwajahnya.
.
“ckreek..” suara pintu terbuka, suster Evi ternyata.
Ia kembali mengunci pintu, lalu menghampiri kami.
“aku tahu apa yang kalian rencanakan..” ujarnya mengejutkan kami.. Ia lalu berjalan kesudut ruangan mengambil sesuatu dibalik pot bunga, “akulah yang mereka tugaskan untuk mengawasi kalian, dan ini adalah alat penyadap, segala pembicaraan kalian aku bisa dengar dari sini, tapi tidak usah khawatir tidak ada orang lain yang tahu hal ini selain aku..” ujarnya ia diam sesaat, menatap kami satu persatu..”aku akan membantu kalian keluar dari rumah sakit ini..” lanjutnya.
.
“bagaimana caranya, suster akan membantu kami..?” tanya Lian
.
“besok pagi Fany akan menjalani CTscan, terakhir sebelum dinyatakan benar-benar fit dan karena alat dirumah sakit ini sedang rusak, maka dia akan dirujuk kerumah sakit lain. Dan dirumah sakit itu mereka tidak bisa mengawasi, hanya ada aku yang akan jadi suster pendampingnya..” ujarnya menjelaskan.
.
“kenapa kami harus percaya rencana mu ini, apakah kamu ingin menjebak kami, bukankah kau juga bagian dari keluarga Ming?” tanyaku meragukan maksud dari suster yang juga menantu keluarga Ming ini.
.
“mungkin ini bisa menghilangkan kecurigaan tante pada saya…” ucapnya sambil mengambil sesuatu dikantongnya, dan menunjukan sebuah benda dikepalannya yang
aku benar-benar terkejut melihatnya.
”darimana kamu dapatkan bros ini..? Siapa kamu..?” tanyaku. itu bros kupu-kupu biru yang dulu pernah kuberikan pada Linda, kenapa bisa ada padanya…

Author: 

Related Posts